Dia adalah orang yang tak pandai bicara, diam dengan seribu bahasa
yang tak mampu dia ucapkan, dia berjalan dengan angin yang membawanya melangkah
menuju ke arah yang tak tahu entah kemana, dia hanya berjalan menyusuri jalan
yang tak berujung, melangkah tanpa menengok
kebelakang melakukan apapun yang hatinya mau tanpa berbicara, itulah
kelebihannya. berbicara adalah hal yang tak mau dia lakukan karna itu mampu
membuatnya merasa tak memiliki apapun di dunia ini. Berbicara kosong yang
seperti orang kebanyakan dia anggap hanyalah hal yang tak berguna karna yang
ada dalam pikirannya hanyalah ide-ide yang harus dia lakukan bukan dia
bicarakan itulah prinsipnya.
“Cinta itu ibarat gumaman seorang wanita. Bila banyak bicara semakin
banyak gumaman wanita yang diberikan. jika ingin mengurangi gumaman wanita maka
lakukanlah bukan bicarakanlah.”
Itulah yang ku ingat saat aku bertanya akan cinta
Memandangnya sesaat keluar kelas
Aku ingin bertanya padanya. Apa yang dia lakukan ketika dia ingin
menyampaikan sesuatu tanpa bicara ? apa dengan memberi isyarat atau dengan
memarahiku ?? “aiiisssssh apa yang ku pikirkan sebegitu penasarannya diriku
akan dirinya huhhh dia memang mengagumkan hah aku memikirkanya lagi” (melamun
dan kembali menyadarkan otak dari lamunannya).
***
Kembali berjalan dalam kekosongan hidup.
Mengais setitik demi setitik arti kebenaran. Sebuah arti dan makna yang sampai
kini tak aku tahu. Apalah arti kebenaran? Kebenaran menurutku adalah
memperjuangkan sebuah sifat yang benama keadilan. Tetapi itu hanya menurutku,
bukan menurut aristoteles, plato, maupun Archimedes. Karena kebenaran itu
relative, lantas aku harus kemana mencari kebenaran? Ataukah kebenaran hakiki
itu tak pernah ada, seperti yang sering di bicarakan orang atheis. Ada yang
bilang, bahwa kebenaran yang mutlak itu adalah tuhan, tetapi di sisi lain dia
mengatakan bahwa manusia adalah bayang-bayang tuhan. Sehina itukah manusia
sehingga di katakan sebagai bayangan tuhan?
Terdiam raga ini, menyusuri setiap lorong
kehidupan. Dan mulai tak percaya bahwa kebenaran mutlak itu benar ada. Terlihat
bintang-bintang mulai bermunculan menemani bulan yang terus mengeluh karena
sendiri. Aku berpikir alangkah serasinya malam
Comments
Post a Comment