Skip to main content

KENAL ALAM LINTAS MANGLAYANG: MAHAPEKA



Awal ku melangkah ku kira ini pukul dua tepat di siang hari, aku bersama rombogan ku yang sering mereka bilang MAHAPEKA yang mengusung tema Kenal Alam Lintas Manglayang. ini adalah gunung pertama yang aku daki seumur hidupku mungkin akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Awalku langkahkan kaki dari kampusku kami  berjalan sampe pos pertama katanya. Diperjalanan aku sering berbincang dengan teman yang baru aku kenal..
“kamu baru pertama kali naik gunung?” awal perbincangan yang aku mulai dengannya
“engga, aku sudah pernah naik gunung sebelumnya, kalo kamu ?” jawabnya sambil tanya balik
“sebenarnya sih ini bukan yang pertama tapi pengalaman ku belum pernah sampe puncak ku pikir pengalaman sebelumnya tidak pernah aku hitung.” Jawabku
“eh iyah aku ita, kamu siapa ?” tanyanya
“aku tia, namanya tinggal di bulak balik aja ya hahaha” celotehku padanya
Saking asyiknya mengobrol lupa kenalan pikirku. Setengah perjalanan ini lelah mulai menghampiri hingga aku berhenti berbincang karna pikirku itu menguras tenaga. Pukul tiga tepat rombongan berhenti di suatu rumah di tengah perbukitan, rumah yang diapit banyak bukit dan jauh dari pemukiman. Disana terdapat gazebo dan disitulah aku rebaan beristirahat sejenak sekedar melurususkan kaki, saat aku berebah kulihat atap rumah yang bergenting kecil genting yang tak biasa aku lihat diperkotaan bentuk yang kecil-kecil berderet rapih dan tak usang dimakan usia meskipun rumah itu tidak berpenghuni. Tapi anehnya di rumah itu ada perahu kira-kira dua meteran dan perahu itu ada dua namun tidak aku hiraukan dan mencoba menutup mata.
“coba deh lihat itu kenapa ada perahu!” obrolanku di lanjut kembali dia menunjukan sesuatu
“hah mungkin dulu disini bukan bukit tapi perairan yang bisa dilewati perahu” gurauku karna aku pikir tidak mungkin membawa perahu dari daratan ke atas bukit yang lumayan tinggi dari lalu lalang kendaraan dibawah sana sambil melamun
“ih dasar” ucapnya
Panitia rombongan menggugahkan lamunanku
“ayok-ayok jangan terlalu lama beristirahat”
Aku bangun dan mulai menggendong ransel besar yang aku bawa lalu memulai perjalanan kembali. Aku terus berjalan dari mulai jalan aspal sampai sekarang sudah berganti tanah merah yang gersang tertiup angin sehingga debu-debu itu mengganggu pandanganku. Treck perjalanan mulai ekstream jalan yang landai dan tanah merah bercampur pasir yang menyulitkan perjalanku. Namun inilah yang aku suka tantangan yang memacu adrenalin untuk tetap maju. Batu Kuda tempat yang sering menjadi pos peristirahatan sebelum menuju puncak, kututup mata dan mulai ku dengar suara pinus yang ditabrak angin seolah-olah yang kudengar adalah suara air terjun kunikmati senja dengan caraku, kuhirup udara dengan pandangan kelangit senja yang membuatku merasakan ketenangan , inilah pos yang akan menjadi tempat beristirahat sampai hari minggu pikirku karna seperti dalam rundown acara perjalanan akan dilanjutkan hari minggu subuh. Disela aku melamun temanku berkata “aku jadi ingat waktu kecil sering diceritakan bapak ku, kamu dengar ga suara pohon disini?”
“iyah aku dengar, kenapa?” tanyaku penasaran
“katanya suara pinus ini adalah suara penyesalan mereka karena telah membakar nabi ibrahim dimasanya.” Jelasnya
“oiyah, eumh begitu” responku karna aku tidak tahu soal cerita yang dia ceritakan.

***
Kini malam menjelang peserta dialihkan ketempat diskusi yaitu alam terbuka sekedar berbagi cerita dan mempererat perkenalan antara peserta dan panitia. Di acara yang telah di anggedakan waktu menunjukan pukul tujuh, setelah selesai sembahyang acara selanjutnya adalah lebih dekat dengan mahapeka dan alam. Disini kita di suruh untuk memperkenalkan diri dan sharing tentang alam, ya acara yang tidak begitu asing untuk ku acara yang sering dilakukan dalam kegiatan acara-acara organisasi. Tidak terasa waktu menunjukan pukul 10 saatnya peserta untuk tidur mengumpulkan energi untuk besok melanjutkan pendakian ke puncak manglayang. 

Peserta di arahkan untuk menuju dom dan beristirahat namun bengalnya aku, tidak lekas tidur melainkan bercengkrama dengan panitia dan anggota mahapeka lainnya sharing wawasan bercerita pengalaman, sepertinya aku mulai bosan, aku berjalan menuju tenda yang disediakan untuk ku tidur namun bukanya tidur tetapi berebah di luar tenda menatap langit yang tidak pernah aku lihat di perkotaan, disini aku merasakan sunyi tenang namun tidak merasa kesepian disini aku merasakan hal lain pengalaman yang belum pernah aku lakukan tidur di alam bebas di temani langit bersih nan indah, suara angin malam dan udara yang cukup mendinginkan suhu tubuh ini.
Pagi telah tiba masuk menggelitik tubuhku dengan dinginnya udara, mengajaku bangun dan keluar dari doom untuk menikmati suasana, perjalanan ini dilanjutkan dengan beberapa kelompok, ketinggian 1818 MDPL adalah puncak manglayang puncak yang aku nantikan puncak pertama yang aku dambakan menjadi tolak ukur untuk menjejaki puncak gunung yang lebih tinggi.

***
Itulah cerita indah yang aku alami seminggu yang lalu sabtu malam dan hari minggu yang berbeda dari hari bulan dan tahun tahun sebelumnya, berbagi cerita dengan netbook ku yang aku bawa ke gunung merasakan sensasi yang lebih, menulis di atas gunung ya mungkin yang tidak seberapa tingginya namun kepuasan tersendiri melakukan yang tidak pernah kamu lakukan seumur hidupmu, namun perlu kalian ketahui bahwa membawa netbook ke alam bebas resiko yang diambil begitu besar jadi aku tak menyarankan untuk membawanya lebih baik membawa buku dan bolpoin saja, menulis di atas gunung adalah hal yang harus di coba karena sensasi yang begitu menantang dan inspirasi-inspirasi muncul ketika kamu sudah melihat keindahan ciptaan tuhan ini.

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH: SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA

Asas Sistem Sosial Budaya Indonesia Pada dasarnya, masyarakat Indonesia sebagai suatu kesatuan telah lahir jauh sebelum lahirnya (secara formal) masyarakat Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda pada tannggal 28 Oktober 1928 antara lain merupakan bukti yang jelas. Peristiwa ini merupakan suatu konsensus nasional yang mampu membuat masyarakat Indonesia terintegrasi di atas gagasan Bhineka Tunggal Ika. K onsensus adalah persetujuan atau kesepakatan yang bersifat umum tentang nilai-nilai, aturan, dan norma dalam menentukan sejumlah tujuan dan upaya mencapai peranan yang harus dilakukan serta imbalan tertentu dalam suatu sitem sosial. Model konsensus tentang kelangsungan suatu masyarakat didasarkan pada “asas penting” yang menyangkut unsur-unsur, seperti kesepakatan, persetujuan, mufakat, kesatuan dan persatuan, serta integrasi. Model konsensus atau model integrasi yang menekankan akan unsur norma dan   legitimasi memiliki landasan tentang masyarakat, yaitu sebagai berikut. a. ...

MAKALAH: INTERAKSI SOSIAL

2.1   Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Umumnya di Indonesia terdapat aturan untuk berinteraksi, yang meliputi : 1.       Usia: cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, atau dengan orang yang lebih muda. Contoh: Di Indonesia dalam berbicara atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan cara lebih santun dalam arti tidak kasar dan tidak seenaknya. 2.       Jenis kelamin : jenis kelamin juga bisa mempengaruhi interaksi sosial terhadap yang lainnya. Contoh : di Indonesia laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang telah membicarakan kosmetik atau model sepatu baru, sebaliknya perempuan pun cenderung menghindar   dari percakapan laki-laki tentang sepak bola atau otomotif. S...

rincian acara ASIH DINA HIJI SASIH

Assalamualaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh ORMAWA dan Mahasiswa Umum, Dewan Mahaasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangkaian Asih Dina Hiji Sasih. Adapun lomba yang diselenggarakan sebagai berikut : Lomba HMJ / BEM-J : 1. Hjab Festival, 2 orang per-HMJ (1 orang model dan 1 orang perias) 2. Karya Tulis Ilmiah (Tema: Intelektual Muslim Masa Depan UIN) 3. Lomba Da'i (Tema kegiatannya "Dakwah Satu Negeri", namun untuk isi dari puisinya itu sendiri BEBAS) 4. Lomba Tahfidz Qur'an (3 Juz Al-Qur'an, dari Juz 28-30) 5. Desain Logo (Pusat Karya Mahasiswa) 6. Rektor Cup - Futsal - Basket - Catur - Voley Lomba SENAT : 1. Debat (Tema : Bukan Sekedar Bicara Solusi), senat mengirimkan 1 team yang berjumlah 3 orang 2. Mojang Jajaka UIN Bandung : 1 pasang, delegasi perfakultas 3. Carnaval Budaya : minimal 20 orang / Fakultas 4. Bazar Karya Mahasiswa 5. Lomba Mini Riset mengenai P...