"ada yang salah ?"
Bukankah kita saling mengenal ?
Bukankah kita saling memahami ?
Mengapa tak saling menyapa, saling tersenyum
Mengapa tak saling bergurau, saling berbicara
Kita beriringan sejalan tak melihat batas yang memisakan
kita
Tapi mengapa kita saling terdiam dan kau tak melihatku
Bukankah kita saling mengenal ?
Aku seakan mati tak mampu menghirup udara lepas
Seperti si tua yang menginginkan oksigen lebih
Karna paru yang tak sanggup menampung udara lebih banyak
Bukan karena ku lelah, bukan karena ku pasrah
Tapi waktu yang memaksaku berlari dan berjalan lebih cepat
Meninggalkan hal yang tak harus ku tunggu lebih lama
"pikiran kotor yang tak kotor"
Dia menjamahku, meraba setiap inci kulit halusku
Memainkan tangan di bagian lekak lekuk wajah
Membelai rambut dari ubun-ubun sampai ke punggung
Memasukan tanganya kebawah baju kemejaku
Hingga ku tertidur di pelukan nyaman itu
Tiupan itu membantunya lebih lincah
Entah apa yang kau pikirkan
Ini imajinasi yang membuatmu terangsang bukan ?
Disetiap kalimat kuselipkan hasrat agar kau tergoda
Menikmati dosa yang tak sengaja kau bayangkan
"Mamah"
Mah..
Aku tahu dibalik kokohnya tubuh itu
Ada satu hal yang engkau sembuyikan
Mah..
Satu hal yang perlu engkau tahu
Aku menyayangimu lebih dari apapun
Mah..
Aku tidak mengerti
Bagaimana cara memperlihatkan sayang ini
Mah..
Hanya satu kata untuk engkau
PAHLAWANKU !!
Mah.. Mah.. Mah..
"Malam Tadi"
Lantunan musik tengah malam kali ini membuat aku terpesona
Merasakan ketenangan yang belum pernah aku alami selama ini
Kesunyian yang abadi terasa melekat dalam keheningan malam
Petikan kecapi yang kawin bersama udara yang berhembus
Ditambah aroma kopi yang menggugah selera
Apa yang kurang ? mungkin hati yang sepi
Slamat malam,
Ada yang hinggap tiba-tiba sejalan turunnya embun dan dingin
mulai melahap harap dalam terjal dendam yang iblis sekalipun tak mampu
menafsirnya.
Kita dan doa menjelma pisau yang siap menghunus nasib yang
masih gelap.
"Buat kamu"
Ku tulis seribu kata untuk kau baca, aku tak pandai
berbicara
Maka ku buatkan ini untukmu, tulisan yang ku buat dengan
rasa
Rasa yang begitu banyak yang tak mampu terurai dengan suara
Ku tuangkan berbagai rasa lewat sebuah laptop kecil yang ku
punya
Aku tak bisa kirim semua ini lewat pos atau pun surat kabar
Karena ini ku buat khusus untuk kamu, sayang
Semoga kau senang dan bersedia untuk menyimpannya
Seperti senyuman indahmu yang selalu melekat dalam pikiranku
Comments
Post a Comment