Skip to main content

OPEN RECRUITMENT LISUNG

MIMITRAAN LISUNG

PENDAHULUAN

1.    Pengertian dan Fungsi Regenerasi
Regenerasi merupakan proses pergantian dari generasi lama ke generasi baru, demi kelanjutan dan perbaikan dari segala aspek organisasi. Yang mana regenerasi dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan melakukan pembekalan dan pemahaman ngenai organisasi.
Fungsi regenerasi yakni mempersiapkan calon-calon yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Pandangan umum dari suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum.
Pertama pelaku regenerasi dan kedua sasaran regenerasi. Pelaku atau subyek disini merupakan individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Kedua, sasaran atau obyek regenerasi adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.

2.    Latar belakang mimitraan
Membangun organisasi bukanlah sekedar mengikuti alur dan peranan yang disebut takdir, setiap orang tahu itu tetapi tidak semua menjalankannya dengan sadar. Membangun organisasi layaknya merawat sebuah pohon, dimana ada tujuan akhir yang menjadi alasan organisasi ini masih berdiri. Visi dan misi sebuah organisasi yang jelas, akan berimbas pada pelaku (atau biasa disebut pengurus)-nya. Mereka tidak dibayar dengan uang untuk bekerja, mengorbankan waktu belajar dan bermain hanya untuk berkutat dengan marketing call, atau proposal yang ribetya setengah mati.
Mereka berharap ada sesuatu yang tumbuh dari pengorbanan selama ini tidak bisa dianggap sepele. Pelaku regenerasi telah menelaah dan memahami bahwa demi kesinambungan dan melanjutkan organisasi melakukan pengrekrutan orang-orang untuk berada didalamnya untuk bekerja secara profesional, on time, keahlian yang tinggi, fokus yang luar biasa, dengan tidak menghilangkan unsur-unsur kekeluargaan serta kedekatan emosional dari setiap personal. Ini yang satu benchmark yang saya pikir pantas untuk ditiru.
Tujuan dan manfaat organisasi yang nyata dan terorganisir dengan baik merupakan kunci sukses dari kapasitas pembangunan dan suksesi yang lebih baik. Pendek kata, jika organisasi terkenal baik, berprestasi, profesional, pastilah orang berbondong-bondong masuk. Suksesi yang lebih baik bukan sekadar keniscayaan.


ANALISIS PROBLEMATIKA
Dalam sebuah organisasi sering muncul masalah-masalah yang terjadi ketika pengorganisasian, tak banyak yang sering menjadi salah satu faktor perpecahan dalam organisasi sehingga terjadi dualisme kepemimpinan yang mengakibatkan kubu-kubu paham antar anggota. Maka dari itu dalam membangun suatu organisasi perlu di analisa problematika yang sering terjadi agar tidak menimbulkan gesekan-gesekan antar anggota. Yang  dikaji dalam sebuah organisasi ini terbagi menjadi tiga bagian sebagai tolak ukur, yaitu;

1.    Psikomotorik
Ranah psikomotorik merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktifitas fisik, misalnya menari, melukis melompat dll.

2.    Kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu ;
1)    Pengetahuan (knowledge)
2)    Pemahaman (comprehension)
3)    Penerapan (application)
4)    Analisis (analysis)
5)    Sintesis (syntesis)
6)    Penilaian atau penghargaan/evaluasi (evaluation)
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan yang intelektual yang lebih sederhana.                                    

3.    Afektif
Ranah afektif  adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak prilaku seperti perasaan, minat, sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitir tingkat tinggi.


FASE DAN ALUR 
Tahap-tahap perencanaan :
1. Bina suasana      • Penerapan kebiasaan
                               • Ekspektasi komitment
Fase-fase penerapan mengarah pada sunda sebagai sistem dan aturan

2. Internalisasi   •    Pemahaman organisasi
                           •    Historis kelisungan
Fase-fase penerapan keorganisasian lisung sebagai prioritas tidak wajib namun mengharuskan

3. kristalisasi      •    Simulasi aksi
Pembuktian fase terakhir dari segala pembekalan yang diberikan

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH: SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA

Asas Sistem Sosial Budaya Indonesia Pada dasarnya, masyarakat Indonesia sebagai suatu kesatuan telah lahir jauh sebelum lahirnya (secara formal) masyarakat Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda pada tannggal 28 Oktober 1928 antara lain merupakan bukti yang jelas. Peristiwa ini merupakan suatu konsensus nasional yang mampu membuat masyarakat Indonesia terintegrasi di atas gagasan Bhineka Tunggal Ika. K onsensus adalah persetujuan atau kesepakatan yang bersifat umum tentang nilai-nilai, aturan, dan norma dalam menentukan sejumlah tujuan dan upaya mencapai peranan yang harus dilakukan serta imbalan tertentu dalam suatu sitem sosial. Model konsensus tentang kelangsungan suatu masyarakat didasarkan pada “asas penting” yang menyangkut unsur-unsur, seperti kesepakatan, persetujuan, mufakat, kesatuan dan persatuan, serta integrasi. Model konsensus atau model integrasi yang menekankan akan unsur norma dan   legitimasi memiliki landasan tentang masyarakat, yaitu sebagai berikut. a. ...

MAKALAH: INTERAKSI SOSIAL

2.1   Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Umumnya di Indonesia terdapat aturan untuk berinteraksi, yang meliputi : 1.       Usia: cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, atau dengan orang yang lebih muda. Contoh: Di Indonesia dalam berbicara atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan cara lebih santun dalam arti tidak kasar dan tidak seenaknya. 2.       Jenis kelamin : jenis kelamin juga bisa mempengaruhi interaksi sosial terhadap yang lainnya. Contoh : di Indonesia laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang telah membicarakan kosmetik atau model sepatu baru, sebaliknya perempuan pun cenderung menghindar   dari percakapan laki-laki tentang sepak bola atau otomotif. S...

rincian acara ASIH DINA HIJI SASIH

Assalamualaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh ORMAWA dan Mahasiswa Umum, Dewan Mahaasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangkaian Asih Dina Hiji Sasih. Adapun lomba yang diselenggarakan sebagai berikut : Lomba HMJ / BEM-J : 1. Hjab Festival, 2 orang per-HMJ (1 orang model dan 1 orang perias) 2. Karya Tulis Ilmiah (Tema: Intelektual Muslim Masa Depan UIN) 3. Lomba Da'i (Tema kegiatannya "Dakwah Satu Negeri", namun untuk isi dari puisinya itu sendiri BEBAS) 4. Lomba Tahfidz Qur'an (3 Juz Al-Qur'an, dari Juz 28-30) 5. Desain Logo (Pusat Karya Mahasiswa) 6. Rektor Cup - Futsal - Basket - Catur - Voley Lomba SENAT : 1. Debat (Tema : Bukan Sekedar Bicara Solusi), senat mengirimkan 1 team yang berjumlah 3 orang 2. Mojang Jajaka UIN Bandung : 1 pasang, delegasi perfakultas 3. Carnaval Budaya : minimal 20 orang / Fakultas 4. Bazar Karya Mahasiswa 5. Lomba Mini Riset mengenai P...