Skip to main content

SOSIOLOGI ANTROPOLOGI : SEJARAH INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Merupakan awal dari makalah yang akan membahas secara keseluruhan yang harus di pahami, terutama oleh mahasiswa, setiap awal dari bab harus adanya tujuan pembelajaran yang harus di capai.[1]
Kehidupan masyarakat indonesia semenjak kemunculannya di kepulauan Nusantara ini sepanjang waktu selalu mengalami dinamika, dimulai dari kelompok-kelompok kecil hingga membentuk bangsa yang besar. Pada awalnya kehidupan masyarakat membentuk komunitas kecil yang ada di berbagai pelosok, kemudian membentuk suku bangsa, dan pernah menjadi bangsa yang berdaulat di masa lampau. Masyarakat yang terus mengalami perkembangan akan terus diikuti oleh perkembangan budaya yang diciptakannya. Perkembangan budaya ini tidak tumbuh dan berkembang di masyarakat itu sendiri tetapi diikuti oleh pengaruh agama dan budaya luar, seperti dari India, Arab Islam, dan Eropa. Pengaruh budaya dari luar akan turut memperkaya budaya masyarakat, bahkan pengaruhnya sampai sekarang sangat kuat misalkan: dalam benuk bahasa, prilaku, nama diri, bentuk bangunan, dan lain-lain.[2]
Kehidupan masyarakat yang majemuk, nampaknya menyimpan potensi konflik horizontal. Karena itu pemerintah, masyarakat, kelompok-kelompok sosial, maupun individu harus waspada terhadap terjadinya konflik yang mungkin terjadi. Sehingga diperlukan kesadaran yang tinggi dalam memahami rasa kebangsaan yang utuh. Karena kemajemukan yang terjadi tidak dapat di hindari, maka diperlukan adanya konsensus yang senantiasa di hormati sebagai pengendali konfli. Timbulnya konflik yang terjadi diberbagai daerah akibat rapuhnya konsensus nasional dan pudarnya kesadaran  sebagai bangsa yang majemuk.
Karena itu penanaman kesadaran ini merupakan kewajiban bersama yang harus dilakukan setiap warga negara sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika.[3]

1.2  Rumusan Masalah
Adapun dari latar belakang yang terjadi penulis menemukan rumusan yang terjadi :
1.      Negara apa saja yang meliputi Asia Tenggara ?
2.      Bagaimana sejarah geografis Indonesia ?
3.      Bagaimana interaksi dan lapisan sosial di Indonesia ?
4.      Bagaimana cara perubahan sosial dan budaya Indonesia ?
5.      Bagaimana ragam kebudayaan masyarakat Indonesia ?
6.      Bagaimana keadaan ekonomi di Indonesia ?
7.      Apa saja mata pencaharian Indonesia ?
1.3  Tujuan Masalah
Adapun  makalah ini kami buat, agar mahasiswa dapat:
Ø  Memberikan pengetahuan pada mahasiswa tentang dinamika masyarakat indonesia
Ø  Mampu memahami dasar dasar kebudayaan dinamika masyarakat Indinesia
Ø  Mampu menjelaskan mengenai Negara Indonesia
Ø  Mengetahui latar belakang terbentuknya indonesia
Ø  Mengetahui dengan kehidupan masyarakat Indonesia
Ø  Untuk menambah wawasan mengenai dinamika masyarakat



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Asia Tenggara
Asia tenggara merupakan salah satu tempat peleburan besar di dunia. Penduduknya yang beraneka ragam bepindah kewilayah ini untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan keamanan yang lebih terjamin. Perpindahan penduduk yang besar ini di mulai sektar 4000 tahun yang lalu. Kini Asia Tenggara meliputi berbagai negara merdeka seperti Indonesia, Filiphina, Brunei, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kampuchea (sebelumnya adalah Kamboja), Thailan dan Myanmar.
Penduduk  asli Asia Tenggara berkulit gelap dan berbadan amat kecil, beberpa diantara keturunnya kini masih tinggal di daerah tinggi di Filiphina, Indonesia dan Malaysia. Sekitar 2500 tahun sebelum masehi, terjadilah gelombang perpindahan penduduk pertama yang besar kewilayah Asia Tenggara. Mereka adalah orang Melayu, atau Indonesia yang keturunanya  merupakan mayoritas populasi di Filiphina dan Indonesia sekarang ini. [4]

2.2  Geografi Sejarah Indonesia
2.1.1                Letak Astronomis
Letak astronomis Indonesia adalah antara 6oLU-11o LS dan antara 95o BT-141o  BT. Wilayah atau pulau paling barat adalah Pulau Rondo  (dekat Pulau We) dan paling timur adalah garis perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di Provinsi Papua. Sementara wilayah paling utara adalah Pulau Rondo dan yang paling selatan Pulau Rote.
Akibat dari letak garis bujur tersebut maka Indonesia terbagi menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) yang berlaku sejak 1 januari 1988.

2.1.2                Letak Geografis
Indonesia terletak diantara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua Samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik). Luas wilayah daratan Indonesia 18.945 km2, sedangkan luas lautan sesuai dengan batas teritorial 3.257.357 km2. Jumlah pulau Indonesia 17.508 pulau. Pulau yang sudah di beri nama sekitar 44%, sedangkan yang sudah didiami penduduk baru sekitar 7%.
Wilayah Indonesia merupakan kepulauan. Pulau-pulau ini membentang bagai jembatan batu pijakan antara daratan Asia dan Australia. Gunung-gunungnya menjulang tinggi dan sering mencapai ketinggian yang luar biasa di beberapa pulau. Karena letaknya tepat pada khatulistiwa, Indonesia beriklim tropis. Meskipun bersuhu tinggi, biasanya suhunya itu bervariasi sesuai dengan tinggi rendahnya letak daerah terebut terhadap panas laut. [5]
Kepulauan Sunda besar, Lima pulau utama di Indonesia adalah Jawa; Sumatra; Kalimantan; Sulawesi (yang dulu disebut celebes); dan Irian Jaya keempat pulau pertama tersebut membentuk kepulauan Sunda Besar dengan luas daerah kira-kira 1.277.000 km. Dalam catatan sejarah Indonesia, Jawa merupakan pulau terpenting di antara pulau-pulau lainnya. Sekarang, dua pertiga penduduk Indonesia (sekitar 124 juta) tinggal di pulau yang hanya seluas negara bagian New York dan sangat padat penduduknya.[6]
SUMATRA adalah  pulau terpenting kedua di Indonesia. Sebuah jajaran pegunungan yang panjang, yaitu bukit barisan terentang sepanjang pantai barat-daya Sumatra. Bagian pedalaman pulau ini terselimuti hutan, sedangkan daratan pantai bagian timur tertutup oleh rawa-rawa.
KALIMANTAN adalah pulau terbesar ketiga di dunia, dan sebagian besar dari pulau itu termasuk dalam wilayah Indonesia. Bagian lain dari pulau itu terdiri atas Serawak dan Sabah (bagian dari malaysia) dan negara kaya minyak Brunai. Sebagian besar Kalimantan adalah dataran pegunungan dan hutan rimba yang lebat.
SULAWESI, pulau terakhir dalam gugus kepulauan Sunda Besar, terdiri atas empat jazirah pegunungan. Permukaan daeranya yang tidak nyata memisahkan penduduk pulau dibagian yang satu dengan dibagian penduduk lainya. Jumlah penduduk yang lebih dari 10 juta jiwa terdiri dari kelompok-kelompok kecil masyarakat dengan bahasa, kebiasaan dan agama yang berbeda.
Kepulauan Sunda Kecil. Sepanjang lautan Banda dan laut Flores dari Sulawesi adalah kepulauan Sunda Kecil dengan total luas sekitar 73.000 km. Dari kelompok ini yang menarik adalah pulau Bali, sebuah pulau yang sangat indah. Bali dikenal karena budaya Hindu yang kunonya. Seperti halnya Jawa, Bali juga berpenduduk padat dan kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani[7] di lahan kecil yang teririgasi. Pulau Flores, Sumba, Lombok dan timor berpenduduk kurang padat dan kebanyakan terlalu kering untuk lahan pertanian.[8]
Maluku. Provinsi yang berupa gugus kepulauan ini terdiri atas beratus-ratus pulau yang dikenal dalam sejarah sebagai pulau rempah-rempah.
Irian Jaya. Wilayah Indonesia yang terletak paling Timur adalah Irian Jaya, yaitu bagian pulau barat Irian, yang bagian timurnya merupakan bagian[9] utama negara Papua Nuhgini. Irian Jaya yang tertutup hutan lebat ini di huni oleh lebih dari 2 juta suku Irian, yang umumnya hidup dalam tingkat teknologi sederhana.[10]



2.3  Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.
Umumnya di Indonesia terdapat aturan untuk berinteraksi, yang meliputi :
1.      Usia: cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, atau dengan orang yang lebih muda.
Contoh: Di Indonesia dalam berbicara atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan cara lebih santun dalam arti tidak kasar dan tidak seenaknya.
2.      Jenis kelamin : jenis kelamin juga bisa mempengaruhi interaksi sosial terhadap yang lainnya.
Contoh : di Indonesia laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang telah membicarakan kosmetik atau model sepatu baru, sebaliknya perempuan pun cenderung menghindar  dari percakapan laki-laki tentang sepak bola atau otomotif.

Status sosial memiliki hubungan dalam berinteraksi sosial di Indonesia. Status sosial merupakan posisi seseorang secara umum dalam masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain.

Di indonesia untuk memperoleh status terdapat tiga cara yaitu :
Ascribe status  merupakan status seseorang yang dicapai dengan sendirinya tanpa perbedaan rohaniah dab kemampuan.
Contoh : anak yang lahir dari keluarga bangsawan dengan sendirinya langsung memperoleh status bangsawan, seperti R.Ajeng kartini.
Achieved status merupakan status yang diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang di sengaja. Contoh: setiap orang bisa menjadi guru asalkan memenuhi persyaratan tertentu, seperti lulusan fakultas pendidikan, memiliki pengalaman kerja dalam bidang keguruan dan lulus ujian sebagai guru.
Assigned status merupakan status yang diperoleh dari pemberian pihak lain.
Contoh : gelar pahlawan revolusi , siswa teladan.[11]

Bentuk- Bentuk Interaksi Sosial di Indonesia
Bentuk-bentuk sosial di indonesia dibedakan menjadi dua yaitu bentuk asosiatif dan disosiatif.
Ø  Bentuk asosiatif yaitu bentuk interaksi sosial yang bersifat positif.
Proses asosiatif mempunyai bentuk-bentuk, antara lain kerja sama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi.[12]
Kerja sama (cooperation)
Kerja sama adalah siuatu usaha bersama antara individu atau kelompok untuk mencapai  tujuan bersama.
Contoh : kerja sama antar prajurit dalam satu kesatuan dapat terjalin ketika menghadapi musuh di dalam sebuah medan perang  pertempuran, seperti ketika perang melawan penjajah.[13]

Akomodasi  (accomodation )
Akomodasi memiliki dua makna, yaitu sebagai keadaan dan proses. Akomodasi sebagai keadaan mengacu  pada keseimbangan interaksi antara individu atau antar kelompok yang berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Akomodasi sebagai sebuah proses mengacu pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercipta keseimbangan. [14]
Akomodasi sebenarnya  merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan lawan.
Contoh: pada bulan puasa, umat yang tidak berpuasa tidak makan di sembarang tempat. Selain itu, ketika suatu kelompok umat beragama sedang beribadah, umat beragama lain tidak membuat keributan.[15]

Asimilasi ( assimilation )
Asimilasi merupakan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antara individu atau antar kelompok guna mencapai  satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
Assimilasi adalah pembaharuan dua unsur sosial yang berbeda akan menghasilkan suatu unsur yang baru.[16]
Contoh :  Kelompok etnis sunda dan etnis jawa dimana mereka bersatu karena mempunyai tujuan yang sama yaitu membangun negara Indonesia menjadi negara maju, tanpa memperdulikan perbedaannya.

Akulturasi (akulturation )
Akulturasi adalahberpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk satu kebudayaan baru dengan tidakmenghilangkan ciri kepribadian masing-masing.[17]
Contoh : Candi Borobudur yang merupakan perpaduan  antara kebudayaan India  dan kebudayaan Indonesia.

Ø  Bentuk disosiatif yaitu bentuk interaksi sosial yang bersifat negatif
Bentuk disosiatif atau oposisi  dibedakan kedalam tiga bentuk, yaitu persaingan, kontravens dan pertentangan.[18]

Persaingan (competition)
Pesaingan adalah perjuangan berbagai pihak untuk mencapai suastu tujuan tertentu. Persaingan mempunyai dua tipe, yaitu yang bersifat pribadi dan bersifat non pribadi. Tipe yang bersifat pribadi disebut juga dengan rivalry (persaingan).  Dalam rivalry, individu akan bersaing secara langsung, misalnya persaingan anggota untuk memperoleh kedudukan tertentu dalam sebuah organisasi.[19]
Dalam sifat yang bersifat non pribad, yang bersaing bukan individu-individu, melainkan kelompok. Contohnya persaingan kesebelasan timnas garuda yang berebut kemenangan dengan malaysia ketika kejuaraan AFF ASEAN 2012.

Kontravensi ( contravention)
Kontravensi adalah hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan ketidakpuasan mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, atau kebencian dan  keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi cenderung bersifat rahasia. Perang dingin merupakan salah satu contoh kontravensi karena tujuannya membuat lawan tidak tenang atau resah. [20]


Pertentangan atau Konflik (cocflict)
Pertentangan atau Konflik adalah suatu perjuangan individu  atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Biasanya, konflik disertai dengan ancaman atau kekerasan. Konflik terjadi karena adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik kepentingan individu maupun kelompok, dan dan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang cepat dan menimbulkan disorganisasi sosial. [21]



2.4  Struktur Sosial
Definisi Struktur Sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam suatu masyarakat. Dalam hal ini struktur sosial dapat horizontal maupun vertikal susunannnya.Contoh struktur sosial yang Horizontal adalah kelompok pria dan kelompok wanita, atau kelompok orang beragama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. Cirinya masing-masing dalam kelompok tersebut tidak bertingkat, artinya di masyarakat kedudukannya sama. Sedangkan contoh Sruktur sosial yang vertikal adalah kelompok orang kaya dan kelompok orang miskin, hal ini jelas menunjukkan kedudukan yang berbeda dalam masyarakat.Orang kaya berada di tempat yang lebih tinggi daripada orang miskin.

Struktur sosial muncul karena adanya dua unsur berikut yaitu : 
1.      individu, dalam hal ini individu adalah sebagai pembentuk masyarakat sekaligus pembentuk struktur sosial, Jika tidak ada individu-individu maka tidak mungkin ada masyarakat
2.      interaksi, interaksi antar individu dalam masyarakat akan membentuk struktur sosial, tanpa adanya interaksi maka struktur sosial tidak mungkin terbentuk
Ciri-ciri Struktur Sosial di Indonesia :
1.      Muncul pada kelompok masyarakat Indonesia
2.      Berkaitan erat dengan kebudayaan
3.      dapat berubah dan berkembang

Stratifikasi Sosial di indonesia
Stratifikasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise. Apabila berbicara tentang struktur atau susunan masyarakat Indonesia, maka stratifikasi sosial ikut masuk dalam bahasan. Struktur masyarakat Indonesia memiliki dua ciri yaitu secara horizontal dan secara vertikal. Secara horizontal, ia ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan- kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku-bangsa, perbedaan-perbedaan agama, adat serta perbedaan-perbedaan kedaerahan. Secara vertikal, struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah secara kontras (Nasikun,  1995: 28). Jadi, stratifikasi sosial menurut penulis lebih berkaitan dengan ciri struktur masyarakat Indonesia secara vertikal karena membedakan masyarakat ke dalam kelas atau lapisan atas dan bawah, serta dalam beberapa kasus memiliki potensi konflik lebih tinggi dibandingkan struktur horizontal.
Secara horizontal, masyarakat Indonesia disebut sebagai masyarakat yang bersifat majemuk karena dalam satu kesatuan terdapat suku-bangsa, agama, adat dan kedaerahan yang berbeda. Antara suku-bangsa, agama, adat dan kedaerahan tersebut seharusnya berada dalam satu garis. Sebagai contoh, suku Jawa tidak berada di kelas yang lebih tinggi dibandingkan suku Batak, dan sebaliknya. Akan tetapi, dalam kenyataannya, adanya sekelompok orang dengan primordialisme yang tinggi dalam kemajemukan dan berbagai alasan lain menyebabkan struktur yang seharusnya horizontal seakan-akan menjadi vertikal. Berdasarkan kesimpulan konsepsi Furnivall, masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat dalam mana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk saling memahami satu sama lain (Nasikun, 1995: 32). Perasaan bahwa suku-bangsa, agama atau adat milik diri lebih baik dibandingkan milik orang lain akhirnya juga memunculkan potensi konflik antar masyarakat, sama halnya dengan potensi konflik akibat pembedaan antara kelas atas dan kelas bawah.
Struktur vertikal yang membedakan antara kelas atas dan kelas bawah atau stratifikasi sosial masyarakat Indonesia telah terjadi pada saat era kolonialisme. Dari penjelasan Furnivall, pembedaan kelas yang sekaligus bertemu dengan dimensi pluralitas sebelum kemerdekaan Indonesia lebih ke golongan Eropa, Tionghoa dan golongan Pribumi. Hal itu cukup valid apabila melihat masyarakat Indonesia pada masa Hindia-Belanda yaitu orang Pribumi justru menjadi kelas bawah sedangkan orang Eropa seperti Belanda dalam kelas atas dan Tionghoa berada dalam kelas menengah. Akan tetapi, sejak Indonesia merdeka, pemahaman tersebut haruslah diubah. Sejak saat itu, pluralitas yang terdapat di dalam golongan Pribumi itu sendiri memperoleh artinya yang lebih penting daripada apa yang dikemukakan oleh Furnivall (Nasikun, 1995: 34).
Kelahiran Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, sangat jelas menunjukkan betapa nasionalisme Pancasila telah menjadi daya spiritual yang sejak awal mempersatukan bangsa Indonesia (Nasikun, 1995: 84). Pancasila, hukum yang dibuat sendiri oleh negara Indonesia dan tradisi-tradisi yang dipertahankan menjadi alat coercion untuk mengintegrasi masyarakat Indonesia yang majemuk. Konflik yang terjadi akibat stratifikasi sosial saat ini tidak begitu parah dibandingkan masa Hindia-Belanda, sehingga dapat dikatakan terjadi minimalisasi potensi konflik. Konflik yang kita jumpai di dalam masyarakat Indonesia sesudah revolusi kemerdekaan bukanlah konflik antara golongan-golongan yang bersifat eksklusif seperti keadaannya pada masa penjajahan, melainkan merupakan konflik golongan-golongan yang sedikit banyak bersifat silang-menyilang (cross-cutting) (Nasikun, 1995: 85).  
Jadi, struktur sosial horizontal dan vertikal pada masa Hindia-Belanda menimbulkan potensi konflik yang saling tumpang tindih. Pluralitas masyarakat yang bersifat multi-dimensional itu akan dan telah menimbulkan persoalan tentang bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi secara horizontal, sementara stratifikasi sosial sebagaimana yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia akan memberi bentuk pada integrasi nasional yang bersifat vertikal (Nasikun, 1995: 61). Akan tetapi, semenjak merdeka, konflik yang bersifat eksklusif pada masa Hindia-Belanda berubah. Bersama-sama dengan tumbuhnya konsensus nasional mengenai nilai-nilai nasionalisme Pancasila yang senantiasa bertanggapan secara dinamis dengan mekanisme pengendalian konflik-konflik yang bersifat coercive, maka struktur masyarakat Indonesia yang bersifat silang-menyilang itu telah menjadi landasan mengapa masyarakat Indonesia tetap dapat lestari dari masa ke masa, kendati ia harus mengarungi samudera penuh dengan berbagai gelombang dan badai (Nasikun, 1995: 87).  

                                  
2.5  Pranata Sosial
Menurut koentjaraningrat menyatakan bahwa pranata sosial merupakan sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola atau sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. (1979)
2.5.1      Fungsi Pranata Sosial
Pranata Sosial memiliki fungsi utama, yakni seperti pada bagan berikut:
Description: Fungsi Pranata Sosial

Bila dijabarkan fungsi pranata sosial adalah sebagai berikut:
1.      Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disntegrasi masyarakat. Hal ini mengingat bahwa sumber pemenuhan kebutuhan hidup yang dapat dikatakan tidak seimbang dengan jumlah manusia yang semakin bertambah baik kuantitas maupun kualitasnya, sehingga dimungkinkan pertentangan yang bersumber perebutan maupun ketidakadilan dalam usaha memenuhi kebutuhannya akan ancaman kesatuan dari warga masyarakat. Oleh karena itu, norma-norma sosial yang terdapat di dalam pranata sosial akan berfungsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan hidup dari setiap warganya secara adil atau memadai, sehingga dapat terwujudnya kesatuan yang tertib.
2.      Memberikan pedoman pada anggota masyarakat untuk bertingkah laku / bersikap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian pranata sosial telah siap dengan berbagai aturan atau kaidah-kaidah sosial yang dapat dan harus dipergunakan oleh setiap anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
3.      Memberi pegangan pada masyarakat untuk menandakan sistem pengendalian sosial (social control). Sanksi-sanksi atau pelanggaran norma-norma sosial merupakan sarana agar setiap warga masyarakat tetap konform dengan norma-norma sosial itu, sehingga tertib sosial dapat terwujud. Dengan demikian sanksi yang melekat pada setiap norma sosial itu merupakan pegangan dari warga untuk meluruskan maupun memaksa warga masyarakat agar tidak menyimpang dari norma sosial, karena pranata sosial aka tetap tegar di tengah kehidupan masyarakat.

2.5.2      Karakteristik / Ciri-ciri Pranata Sosial Indonesia
1.      Lambang-lambang biasanya merupakan ciri khas dari pranata sosial, yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi pranata sosial. Lambang-lambang suatu organisasi mengandung makna, fungsi dan tujuan dari lembaga sosial yang bersangkutan.  Lambang-lambang tersebut dapat berupa: gambar (logo); tulisan; gabungan antara gambar, tulisan, maupun logo, dan bendera panji.
2.      Memiliki tingkat kekekalan tertentu, artinya suatu pranata akan berakhir ketika manusia tidak lagi membutuhkannya.
3.      Merupakan suatu organisasi dari pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas sosial.
4.      Mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipakai mencapai tujuan.
5.      Pranata sosial mempunyai tradisi, baik tertulis maupun tidak tertulis (peraturan/hukum).
6.      Memiliki satu atau beberapa tujuan.
7.      Memiliki alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
2.5.3      Jenis-jenis Pranata Sosial di Indonesia
1.       Berdasarkan Pengembangannya
·         Cresive institutions (pranata yang utama) adalah institusi yang paling primer dan tumbuh dari adat istiadat. Contoh: perkawinan, agama dan hak milik.
·         Enacted institutions (pranata yang dibuat) adalah institusi yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Contoh: pendidikan, perdagangan dan utang piutang.

2.      Berdasarkan Sistem Nilai yang diterima Masyarakat
·         Basic institutions adalah pranata sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah dan negara.
·         Subsidiary institutions adalah pranata yang dianggap kurang penting. Contoh: rekreasi.

3.      Berdasarkan sudut Penerimaan Masyarakat
·         Approved institutions adalah pranata sosial yang diterima masyarakat. Contoh: perusahaan, industri, dll.
·         Unsactioned institutions adalah pranata sosial yang ditolak masyarakat. Contoh: pemeras, penjahat, preman, dll.


4.      Berdasarkan Faktor Penyebarannya
·         General isntitutions adalah pranata sosial yang dikenal secara umum oleh masyarakat di dunia. Contoh: agama.
·         Restucted institutons adalah pranata yang dikenal oleh kelompok masyarakat tertentu saja. Contoh: Katolik, Kristen, Islam, Budha, Hindu, Konghucu dan sebagainya.

5.      Berdasarkan Fungsinya
·         Cooperative institutions adalah pranata sosial yang dihimpun pola serta tata cara yang diperlukan untuk menacapai tujuan pranata. Contoh: pranata industrialisasi.
·         Regulative institutions adalah pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat yang tidak termasuk bagian mutlak dari pranata itu sendiri. Contoh: pranata hukum (kejaksaan, pengadilan, dll).

2.5.4      Kategori Pranata Sosial
Norma hukum diciptakan oleh pranata sosial, dan pranata sosial dapat diterapkan jika ada lembaga sosial, seperti bagan berikut ini:
Description: Pranata butuh lembaga
Berdasarkan bagan tersebut pranata sosial dapat dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:
1.      Pranata Keluarga. Pranata keluarga merupakan sistem norma dan tata cara yang diterima untuk menyelesaikan beberapa tugas penting. Keluarga berperan membina anggota-anggotanya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan budaya di mana ia berada. Bila semua anggota sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan di mana ia tinggal maka kehidupan masyarakat akan tercipta menjadi kehidupan yang tenang, aman dan tenteram.
2.      Pranata Agama. Agama merupakan sesuatu yang mengatur kehidupan manusia dengan manusia maupun dengan penciptanya. Agama merupakan salah satu pranata yang sangat penting dalam mengatur kehidupan manusia. Berdasarkan fungsi untuk memenuhi keperluan hidup dari warga masyarakat dikenal istilah religious institutions, yang berfungsi untuk memenuhi keperluan manusia sehubungan dengan kegiatan berbakti kepada Tuhan sebagai perwujudan dari hak azasi manusia.
3.      Pranata Pendidikan. Pendidikan ialah proses membimbing manusia dari kegelapan, kebodohan menuju kecerahan dan kecerdasan pengetahuan atau dari tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan merupakan proses yang terjadi karena interaksi berbagai faktor yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan, sehingga menampilkan rasa percaya akan lingkungan.
4.      Pranata Ekonomi. Pranata ekonomi adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa. Fungsi pranata ekonomi adalah: a) mengatur konsumsi barang dan jasa; b) mengatur distribusi barang dan jasa; dan c) mengatur produksi barang dan jasa.
5.      Pranata Politik. Pranata politik adalah peraturan untuk memelihara tata tertib, untuk mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan untuk memilih pemimpin yang berwibawa. Pranata politik merupakan perangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan politik akan meliputi eksekutif, yudikatif, legislatif, militer dan partai politik.
Contoh Kategori Pranata Sosial
NO.
KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
PRANATA
LEMBAGA
1
Makanan, Pakaian, Perumahan
Perdagangan
Keluarga Pak Petrus
2
Peran serta politik
Pemilihan Umum
KPU, Partai Politik
3
Pengembangan keturunan
Pernikahan
Gereja, KUA




2.6  Dinamika perubahan sosial dan budaya
Perubahan sosial berarti adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan baru. Perubahan sosial memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta perilaku individu dan kelompoknya. Perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama, yaitu berhubungan dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhannya. Di Indonesia, penyebab perubahan sosial melekat pada masyarakat dengan kebudayaannya yaitu karena menghadapi masalah-masalah baru, ketergantungan pada hubungan antarwarga pewaris kebudayaan, dan karena lingkungan yang berubah. Tetapi masyarakat di Indonesia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan nilai-nilai lama karena :
1.      Adanya unsur yang mempunyai fungsi tertentu dan sudah diterima oleh masyarakat secara luas. Contohnya, sistem kekerabatan dan solidaritas kekerabatan pada suku atau etnis tertentu yang mempunyai fungsi sangat penting bagi masyarakat.
2.      Adanya unsur-unsur yang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil. Contohnya, mayoritas makanan pokok rakyat Indonesia adalah nasi. Walaupun telah mengenal berbagai jenis makanan seperti bulgur, jagung dan makanan yang lebih lezat, masyarakat Indonesia cenderung tetap mempertahankan nasi sebagai makanan pokonya.
3.      Adnya unsur yang menyangkut agama dan religi yang dianut masyarakat. Mayoritas rakyat indonesia memeluk agama islam. Namun, sebelumnya, di Indonesia berkembang agama hindu yang memiliki beraneka ragam kebiasaan yang sekarang masih banyak mewarnai kehidupan umat islam seperti selametan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari bagi orang yang telah meninggal. Kebiasaan itu sulit dihilangkan bahkan mungkin jika seseorang tidak mengadakan upacara selametan tersebut, dia akan merasa bersalah atau berdosa.
4.      Adanya unsur-unsur yang menyangkut ideologi dan filsafat hidup bangsa.
2.7  Ragam kebudayaan Masyarakat Indonesia
2.7.1        Suku Bangsa dan Kepribadian Penduduk
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Selain kaya akan sumber daya alamnya, Indonesia juga kaya akan budaya dan suku bangsanya. Terdapat 300 kelompok etnis (suku) yang berbeda di Indonesia. Dari pulau kepulau, atau bahkan di dalam pulau itu sendiri, berbagai bahasa yang berbeda dituturkan dan adat istiadat yang berbeda ditampilkan. Kebanyakan orang Indonesia termasuk keturunan etnis Melayu. Biasanya mereka bertubuh kecil, berkulit sawo matang (coklat), dan berambut hitam lurus. Tetapi pulau-pulau paling timur Indonesia penduduknya bertubuh agak lebih besar, berkulit lebih gelap dan berambut keriting. Mereka adalah orang Irian, penduduk yang dominan di Irian Jaya. Bahasa dan budaya orang Irian jauh berbeda dari bahsa dan budaya sebagian besar bangsa Indonesa. Di tingkat teknologi, mereka masih jauh tertinggal dari kebanyakan orang Indonesia lainnya.
Kelompok etnik terbesar di Indonesia tinggal di pulau jawa, yaitu suku Jawa dan suku Sunda. Jumlah kedua suku itu 60% dari populasi penduduk Indonesia.
Suku Batak dan Minangkabau  di Sumatra adalah kelompok etnis kecil yang terpenting di Indonesia. Keduanya dianggap sebagai suku yang penuh inisiatif diantara bangsa Indonesia. Banyak pemimpin Indonesia berasal dari kedua suku ini.
Suku Dayak merupakan suku utama di pedalaman Kalimantan, sedangkan suku-suku lainnya menetap di pesisir pulau. Di Sulawesi suku Bulgis dan Makasar yang dikenal sebagai pedagang dan pelau yang memiliki tradisi khusus, merupakan suku yang paling dominan. Suku Ambon adalah suku utama di Maluku. Penduduk Cina di negeri ini berjumlah lebih dari $ juta jiwa.




2.7.2        Bahasa
Sekitar 250 bahasa dan dialek diguunakan di Indonesia. Bahasa resmi adalah bahasa Indonesia yang dipahami diseluruh pulau. Diantara bahasa daerah, bahasa jawalan yang paling banyak digunakan.

2.7.3        Agama
Islam adalah agama terbesar di Indonesia telah mulai disiarkan di beberapa daerah sekitar 500 tahun yang lalu. Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di seluruh dunia. Banyak muslimin memakai tutup kepala beludru hitam, yang dinamakan peci dan banyak Muslimat yang memakai jilbab putih. Adat istiadat mereka menunjukan adanya pertautan dengan kebudayaan kuno kerajaan besar indonesia beberapa abad silam, yang dipengaruhi oleh falsafah budaya dan agama Hindu dan Budha (yang datang dari India). Namun kini kebanyakan suku Sunda dan suku Jawa beragama islam. Namun muslimat Indonesia umumnya tidak menggunakan cadar diwajahnya, sebagaimana yang menjadi kebiasaan di Timur Tengan dan secara relatif mereka memiliki tingkat sosial yang tinggi. Sekitar 10% wanita Indonesia menjadi anggota Perlementer Indonesia (DPR) dan lebih dari 30% menjadi anggota Mahkamah Agung.
Masyarakat Bali berjumpa 2% dari masyarakat Indonesia, dan mereka beragama Hindu. Di bagian pedalaman pulau-pulau lainyya terutama di daerah pegunungan dan hutan terpencil, banyak masyaratyang percaya terhadap pemujaan terhadap roh para leluhur serta bentuk agama tua lainnya. Sekitar 9% dari seluruh penduduk Indonesia beraga Kristen – dua pergantianyya Protestan, dan sepertiganya beragama Khatolik Roma.

2.7.4        Ekonomi
Tujuan utama perekonomian Indonesia adalah memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan. Untuk itu telah banyak terjadi peningkatan sejak kemerdekaan. Kompetisi kerja telah membuat rata-rata pendapatan perorangan di Indonesia menjadi rendah. Banyak pekerja menganggur, setengah menganggur, atau bersedia bekerja dengan gaji rendah – sekitar setengah gaji, dan pada kenyataannya pekerja-pekerja seperti itu sangat diminati Malaysia dan Thailan.
Ironisnya, gaji rendah ini menarik perhatian penanaman modal asing seperti; Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Amerika, Jerman, dan Australia. Ratusan perusahaan asing mendirikan pabriknya di Indonesia, dan memberikan lapangan kerja anatara lain dalam bidang pembuatan sepatu, mainan, textil, elektronik, kertas, dan petrokimia. Pada masa krisis ekonomi di akhir tahun sembilan puluhan banyak pabrik-pabrik bangkrut, dan menyebabkan ribuan penduduk kota kehilangan pekerjaan. Kejadian ini mendorong mereka kembali kedaerah pedesaan untuk mencari mata pencaharian.

2.7.5        Mata Pencaharian
Pertanian, sejak jaman kuno, penduduk yang mendiami wlayah indonesia telah memanfaatkan berbagai kekayaan alam yan ada di wilayah ini. sekitar 45% dari seluruh pekerjaan di indonesia terlibat di pertanian. Beras yang merupakan makanan pokok orang indonesia adalah hasil pertanian utama. Masyarakat indonesia lainnya bekerja pada lahan kecil atau perkebunan-perkebunan besar yang memproduksi hasil tanaman, seperti karet, kelapa, dan minyak sawit.
Kehutanan dan Perikanan, Pohon jati tumbuh pada perkebunan di Jawa, sedangkan hutan alami mendukung sebuah industri besar kehutanan di Kalimantan. Sumatra, dan pulau-pulau lainnya. Ikan merupakan sumber utama protein hewani dalam menu makanan Indonesia. Namun penangkapan ikan belum dikembangkan secara komersial. Hal ini karena nelayan Indonesia masih kekurangan peralatan penangkap ikan medern. Sebagian besar iakn Indonesia ditamngkap di laut, namun kini dilakukan peningkatan budidaya ikan air tawar di tambak-tambak ikan.
Pertambangan, indonesia berupaya mengembangkan sumber mineral yang berlimpah dengan jalan pembatasan ekspor mineral tanpa diproses dan mendorong para penambang untuk mendirikan pabrik peleburan dan pemrosesan lainnya. Minyak bumi dan gas alam merupakan hasil tambang mineral utama.
Industrialisasi, selain pertanian dan ekspor bahan mentah yang mendominasi kegiatan ekonomi, Indonesia pun telah menjadi negara industri dalam 35 tahun terakhir. Beberapa di antara industri besar di Indonesia adalah industri pengolahan besi, minyak, kayu dan mebel, produk kimia, semen, kaca, produk berbahan dasar karet, mesin dan pupuk. Sebagian industri itu langsung di kontrol oleh pemerintah, yaitu kegiatan usaha yang di sebut BUMN ( Badan Usaha Milik Negara). Indonesia juga berusaha mengembangkan industri berteknologi tinggi, seperti barang-barang elektronik dan pesawat terbang.[22]

2.8  Teori yang Relevan dengan Negara Indonesia
Secara sosiologis, perubahan sosial budaya akan selalu mengikuti suatu pola dan arah tertentu, begitu pun di negara Indonesia, pola dan arah perubahan itu dapat dipelajari melalui teori siklus dan teori perkembangan.
1.      Teori Siklus
Teri siklus melihat perubahan sebagai suatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi saat ini di Indonesia pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Semua peradaban yang pernah terjadi di negara Indonesia adalah berada dalam siklus tiga sisitem kebudayaan, seperti berikut :


a.       Kebudayaan ideasional (identional culture)
Kebudayaan ini didasari oleh nilai dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supernatural).


b.      Kebudayaan idealistis (idealistic culture)
Kebudayaan ini berisi kepercayaan terhadap unsur adikodrati dan rasionalitas berdasarkan fakta saling bergabung dalam menciptakan masyarakat yang ideal.
c.       Kebudayaan indrawi (sensational culture)
Dalam kebudayaan ini, hal yamg dapat diindra merupakan tolak ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

2.      Teori Perkembangan
Perubahan di Brunei dapat diarahkan ke titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kompleks. Pada waktu itu masyarakat Brunei yang masih tradisional menggunakan peralatan yang terbuat dari bahan seadanya melalui proses pembuatan secara manual. Teknologi ini kemudian berkembang menjadi teknologi yang canggih, yang pada intinya bertujuan mempermudah pekerjaan masyarakat Brunei pada khususnya, dan seluruh manusia pada umumnya.
Teori perkembangan ini terbagi menjadi dua, yaitu :
1.      Teori evolusi : bahwa masyarakat Brunei secara bertahap berkembang dari primitif, teradisional, menuju masyarakat modern yang kompleks dan mau.
2.      Teori revolusi : contoh revolusi yang terjadi di Brunei adalah ketika revolusi kemerdekaan negara Brunei pada 1 Januari 1984.[23]



BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
1.      Asia tenggara merupakan salah satu tempat peleburan besar di dunia. Penduduknya yang beraneka ragam bepindah kewilayah ini untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan keamanan yang lebih terjamin. Kini Asia Tenggara meliputi berbagai negara merdeka seperti Indonesia, Filiphina, Brunei, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kampuchea (sebelumnya adalah Kamboja), Thailan dan Myanmar.
2.      Indonesia terletak diantara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua Samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik). Luas wilayah daratan Indonesia 18.945 km2, sedangkan luas lautan sesuai dengan batas teritorial 3.257.357 km2. Jumlah pulau Indonesia 17.508 pulau. Pulau yang sudah di beri nama sekitar 44%, sedangkan yang sudah didiami penduduk baru sekitar 7%.
3.      Umumnya di Indonesia terdapat aturan untuk berinteraksi, yang meliputi :
Usia: cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, atau dengan orang yang lebih muda.
Contoh: Di Indonesia dalam berbicara atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan cara lebih santun dalam arti tidak kasar dan tidak seenaknya.
4.      Perubahan sosial berarti adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan baru. Perubahan sosial memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta perilaku individu dan kelompoknya. Perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama, yaitu berhubungan dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhannya. Di Indonesia, penyebab perubahan sosial melekat pada masyarakat dengan kebudayaannya yaitu karena menghadapi masalah-masalah baru, ketergantungan pada hubungan antarwarga pewaris kebudayaan, dan karena lingkungan yang berubah.
5.      Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Selain kaya akan sumber daya alamnya, Indonesia juga kaya akan budaya dan suku bangsanya. Terdapat 300 kelompok etnis (suku) yang berbeda di Indonesia.
6.      Perekonomian Indonesia adalah memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan. Untuk itu telah banyak terjadi peningkatan sejak kemerdekaan. Kompetisi kerja telah membuat rata-rata pendapatan perorangan di Indonesia menjadi rendah. Banyak pekerja menganggur, setengah menganggur, atau bersedia bekerja dengan gaji rendah – sekitar setengah gaji, dan pada kenyataannya pekerja-pekerja seperti itu sangat diminati Malaysia dan Thailand.
7.      Mata Pencaharian di indonesia meliputi:
·         Pertanian, sejak jaman kuno, penduduk yang mendiami wlayah indonesia telah memanfaatkan berbagai kekayaan alam yan ada di wilayah ini. sekitar 45% dari seluruh pekerjaan di indonesia terlibat di pertanian. Beras yang merupakan makanan pokok orang indonesia adalah hasil pertanian utama.
·         Kehutanan dan Perikanan, Pohon jati tumbuh pada perkebunan di Jawa, sedangkan hutan alami mendukung sebuah industri besar kehutanan di Kalimantan. Sumatra, dan pulau-pulau lainnya. Ikan merupakan sumber utama protein hewani dalam menu makanan Indonesia.
·         Pertambangan, indonesia berupaya mengembangkan sumber mineral yang berlimpah dengan jalan pembatasan ekspor mineral tanpa diproses dan mendorong para penambang untuk mendirikan pabrik peleburan dan pemrosesan lainnya. Minyak bumi dan gas alam merupakan hasil tambang mineral utama.
·         Industrialisasi, selain pertanian dan ekspor bahan mentah yang mendominasi kegiatan ekonomi, Indonesia pun telah menjadi negara industri dalam 35 tahun terakhir. Beberapa di antara industri besar di Indonesia adalah industri pengolahan besi, minyak, kayu dan mebel, produk kimia, semen, kaca, produk berbahan dasar karet, mesin dan pupuk. Sebagian industri itu langsung di kontrol oleh pemerintah.




DAFTAR PUSTAKA
Diarawati,Ajen. 2006. RPUL Dunia. Jakarta: PT Wahyu Media
International Groiler.1992.Bangsa dan Negara. Jakarta:PT widyadara
Marwati.Kun.2001. Sosiologi untuk SMA dan MA. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama
Marwati.Kun.2002. Sosiologi untuk SMA dan MA. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama
Mayawati,Ika DKK.2009.World Herltage. Jakarta: PT Kharisma Ilmu
Mutakin,Awan. 2004. Dinamika Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT Genesindo
PaEni, Mukhlis. 2009. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Reid,Anthoni. 2011. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1950-1680.Jakarta: PT Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Sutikno,Edi DKK.2007. Ensliklopedia Geografi. Jakarta: PT Lentera Abadi
Nasikun. 1995. "Struktur Majemuk Indonesia" dalam Sistem Sosial Indonesia.
       Jakarta: PT. Raja Grafindo Persad, pp. 27-50

Nasikun. 1995. "Struktur Masyarakat Indonesia dalam Masalah Integrasi
       Nasional" dalam Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT.Raja Grafindo
       Persada, pp. 61-87







[1] Awan Mutakin DKK. Dinamika Masyarakat Idonesia.Bandung: PT. Genesindo. 2004. Hlm 4
[2] ibid. hlm 5
[3] Awan Mutakin DKK., Op cit., hlm 9
[4] Edi sutikno DKK.2007. Ensiklopedia Geografi. Jakarta: PT lentera Abadi. hlm 158-159
[5] _____.Negara dan Bangsa Asia, Jilid 3. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi. 2002. hlm 219
[6] Ibid hlm 220
[7] Ibid hlm 220
[8] Ibid  hlm 221
[9] Ibid hlm 221
[10]Ibid hlm 222
[11] Kun Marwati 2001. Sosiologi untuk SMA dan MA. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama. hlm 69-70
[12] Ibid., hlm 75
[13] Ibid., hlm 75
[14] Ibid., hlm 76-75
[15] Ibid.,
[16] Ibid., hlm 78
[17] Ibid., hlm 79
[18] Ibid., hlm 80
[19] Ibid., hlm 80
[20] Ibid., hlm 80
[21] Ibid., hlm 81
[22] Edi sutikno DKK., Op cit., Hlm 322
[23] Sosiology,. Op cit,.hlm102.

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH: SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA

Asas Sistem Sosial Budaya Indonesia Pada dasarnya, masyarakat Indonesia sebagai suatu kesatuan telah lahir jauh sebelum lahirnya (secara formal) masyarakat Indonesia. Peristiwa sumpah pemuda pada tannggal 28 Oktober 1928 antara lain merupakan bukti yang jelas. Peristiwa ini merupakan suatu konsensus nasional yang mampu membuat masyarakat Indonesia terintegrasi di atas gagasan Bhineka Tunggal Ika. K onsensus adalah persetujuan atau kesepakatan yang bersifat umum tentang nilai-nilai, aturan, dan norma dalam menentukan sejumlah tujuan dan upaya mencapai peranan yang harus dilakukan serta imbalan tertentu dalam suatu sitem sosial. Model konsensus tentang kelangsungan suatu masyarakat didasarkan pada “asas penting” yang menyangkut unsur-unsur, seperti kesepakatan, persetujuan, mufakat, kesatuan dan persatuan, serta integrasi. Model konsensus atau model integrasi yang menekankan akan unsur norma dan   legitimasi memiliki landasan tentang masyarakat, yaitu sebagai berikut. a. ...

MAKALAH: INTERAKSI SOSIAL

2.1   Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Umumnya di Indonesia terdapat aturan untuk berinteraksi, yang meliputi : 1.       Usia: cara seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua seringkali berbeda dengan orang yang sebaya, atau dengan orang yang lebih muda. Contoh: Di Indonesia dalam berbicara atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan cara lebih santun dalam arti tidak kasar dan tidak seenaknya. 2.       Jenis kelamin : jenis kelamin juga bisa mempengaruhi interaksi sosial terhadap yang lainnya. Contoh : di Indonesia laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang telah membicarakan kosmetik atau model sepatu baru, sebaliknya perempuan pun cenderung menghindar   dari percakapan laki-laki tentang sepak bola atau otomotif. S...

rincian acara ASIH DINA HIJI SASIH

Assalamualaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh ORMAWA dan Mahasiswa Umum, Dewan Mahaasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan berbagai macam perlombaan dalam rangkaian Asih Dina Hiji Sasih. Adapun lomba yang diselenggarakan sebagai berikut : Lomba HMJ / BEM-J : 1. Hjab Festival, 2 orang per-HMJ (1 orang model dan 1 orang perias) 2. Karya Tulis Ilmiah (Tema: Intelektual Muslim Masa Depan UIN) 3. Lomba Da'i (Tema kegiatannya "Dakwah Satu Negeri", namun untuk isi dari puisinya itu sendiri BEBAS) 4. Lomba Tahfidz Qur'an (3 Juz Al-Qur'an, dari Juz 28-30) 5. Desain Logo (Pusat Karya Mahasiswa) 6. Rektor Cup - Futsal - Basket - Catur - Voley Lomba SENAT : 1. Debat (Tema : Bukan Sekedar Bicara Solusi), senat mengirimkan 1 team yang berjumlah 3 orang 2. Mojang Jajaka UIN Bandung : 1 pasang, delegasi perfakultas 3. Carnaval Budaya : minimal 20 orang / Fakultas 4. Bazar Karya Mahasiswa 5. Lomba Mini Riset mengenai P...